Minggu, 24 Juni 2012

0 Laporan Mikroskop, BIOLOGI DASAR


Tugas : Laporan
Mata kuliah : Biologi Dasar
Dosen pembimbing : Murni S.Pi M.Pi


MIKROSKOP

Disusun Oleh :
NAMA      : MUH.ABDURRAHMANTO. MS
STB           : 10594 00439 10
KELAS       :



Jurusan BDP
Fakultas Pertanian
Universitas Muhammadiyah Makassar
2011


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Adapun judul laporan ini adalah “
MIKROSKOP
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan asisten dosen yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
       Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.



 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................             ii
Daftar Isi...................................................................................................................             iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................              1
Latar belakang.............................................................................................             1
Rumusan Masalah.......................................................................................             2
Kegunaannya .............................................................................................              2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................             3
BAB III METODE PRAKTEK........................................................................ ....             5
Waktu dan tempat......................................................................................             5
Alat dan bahan...........................................................................................             5
Proses kerja ................................................................................................              6
BAB IV HASIL DAB PEMBAHASAN........................................................... ....             8
waktu dan tempat................................................................................. ....             8
alat dan bahan....................................................................................... ....             9

BAB V PENUTUP..................................................................................................             10
Kesimpulan.................................................................................................             10
Saran dan Kritik....................................................................................                 10

Daftar pustaka ........................................................................................................             11
                                                              
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengenalan dan penggunaan mikroskop
Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.
Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.

B.     Tujuan Percobaan

Tujuan Percobaan yaitu sebagai berikut :
Mengetahui definisi alat mikroskop
Mengetahui macam-macam mikroskop
Mengetahui sifat-sifat banyangan pada mikroskop
Mengenal cara penggunaan mikroskop

C.    Kegunaanya

Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari mikroskop dan bagian-bagiannya. Dan untuk mengetahui sel-sel dan bagian-bagiannya dengan menggunakan mikroskop.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) yang berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang (Purba, 1999).
Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar,yang disebut gagang putar (Volk, 1984).
Bila kita ingin perbesaran sudut yang lebih besar daripada pembesaran kaca pembesar, oleh karena itu keberadaan mikroskop sangat diperlukan. Benda O yang akan diteliti diletakkan pada titik fokus pertama F dari lensa objektif, yang membentuk bayangan nyata dan diperbesar yaitu I. Bayangan ini terletak tepat pada titik fokus pertama F1 dari okuler yang membentuk bayangan semu dari I pada I.
Macam-macam mikroskop, yaitu :
a. Mikroskop Cahaya
Merupakan mikroskop yang mempunyai bagian – bagian yang terdiri dari alat-alat yang bersifat optik, berguna untuk mengamati benda-benda atau preparat yang transparan. Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa ialah mikroskop ultraviolet, karena cahaya ultraviolet tak dapat dilihat oleh mata manusia maka bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya. Mikroskop ini menggunakan lensa kuarsa.

b. Mikroskop Pendar
Mikroskop ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen dalam jaringan.
c. Mikroskop Medan Gelap
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati bakteri hidup, khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya pisah mikroskop majemuk.
d. Mikroskop Fasekontras
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati benda hidup dalam keadaan alaminya, tanpa menggunakan bahan pewarna. Pada bawah meja objeknya dan pada lensa objektifnya terpasang perlengkapan fase kontras.
e. Mikroskop Elektron
Banyak komponen sel seperti mitokondria, ribosom dan retikulum endoplasma yang begitu kecil tidak bisa dilihat secara detail dengan mikroskop biasa. Mereka hanya bisa melihat dengan mikroskop elektron (Kamajaya, 1996).
f. Mikroskop Elektron Pemayaran
Mikroskop ini menggunakan berkas elektron, tetapi yang seharusnya ditransmisikan secara serempak ke seluruh medan elektron difokuskan sebagai titik yang sangat kecil dan dapat digerakkan maju mundur pada spesimen (Winatasasmita, 1986).



BAB  III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini di laksanakan pada :
Hari             :  Selasa
Pukul           : 08.30 - 10.00
Tanggal       : 28 Sep 2010
Tempat        :  Ruangan I.17. Fakultas Pertanian  Universitas  Muhammadiyah  Makassar

B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: Mikroskop
C. Prosedur Kerja
Pengenalan Mikroskop:
1. Mencari bidang penglihatan
a. Tabung dinaikkan menggunakan makrometer (pemutar kasar), sehingga lensa objektif tidak membentur meja atau panggung bila revolver diputar-putar.
b. Lensa objektif di tempatkan pembesaran lemah (4 X atau 10 X) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu poros dengan lensa okuler).
c. Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
d. Mengatur letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya, sehingga terlihat lingkaran (lapangan pandang) yang sangat terang di dalam lensa okuler. Mikroskop siap digunakan.
2. Mencari bayangan sediaan
a. Menaikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer, sehingga jarak antara lensa objektif dengan permukaan meja ± 3 cm.
b. Meletakkan sediaan yang akan diamati di tengan-tengah lubang meja benda, menggunakan penjepit sediaan agar tidak tergeser.
c. Memutar makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati), sambil menempatkan roda sediaan tepat di bawah lensa objektif, hingga jarak antara ujung lensa objektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya ± 1 mm.
d. Membidik mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas.
e. Memutar revolver dan lensa objektif yang sesuai untuk mendapatkan pembesaran yang kuat. Kemudian memainkan fungsi mikrometer secara perlahan dan hati-hati. (Bila menggunakan lensa objektif 100x, maka di atas sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu).
3. Memelihara Mikroskop
a. Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak, dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya.
b. Mencondongkan posisi tabung, cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Menegakkan kembali setelah selesai.
c. Mengusahakan agar lensa objektif lemah (4x atau 10x) berada satu poros di bawah lensa okuler. Mengatur kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1cm dari atas meja benda.
d. Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
e. Membersihkan sisa minyak imersi dengan menggunakan cairan Xilol sesegera mungkin setelah pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir, dan mengeringkan dengan kain lap yang bersih.
f. Membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang bersih dari bahan halus (flenel) setiap akan menggunakan mikroskop.
4. Pengukuran Mikroskopis atau Mikrometri
Untuk mengetahui ukuran objek yang diamati dengan mikroskop dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Objektif dan Mikrometer Okuler.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
     Pengenalan Mikroskop
Gambar Mikroskop


Keterangan gambar mikroskop, yaitu :
1. Lensa okuler
2. Tabung atau tubus
3. Makrometer atau coarse adjust
4. Revolver
5. Lensa obyektif
6. Mikrometer
7. Lengan atau tangkai mikroskop                      
8. Klip atau penjepit
9. Diafragma
10. Meja objektif
11. Sekrup engsel
12. Kondensor
13. Sekrup kondensor
14. Cermin
15. Alas dasar kaki

B. Pembahasan

Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti batuan ), industri ( untuk menguji ketahanan suatu benda ), serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan) (Anonim,2009).


BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa ;
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
Mikoroskop dibedakan menjadi dua macam yaitu mikroskop optik dan mikroskop elektron. Mikroskop optik sendiri dibagi dua yaitu mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Sifat-sifat bayangan pada mikroskop adalah maya, terbalik dan diperbesar.
Cara menggunakan mikroskop secara singkat yaitu diletakkan obyek di preparat, kemudian amati dibawah mikroskop dan atur perbesarannya sesuai keinginan.

B.  Saran

Lebih terampil memakai mikroskop biologi yang digunakan.
Lebih bervariasi obyek yang akan diamati.
Gunakan revolver untuk memutar lensa obyektif, karena jika memutarnya dengan memegang batang lensanya, maka lensa tersebut bisa terlepas, patah, atau rusak.
Aturlah penerangan cahaya sebaik mungkin, agar obyeknya terlihat dengan jelas.
Dan kalau bisa laborateriumnya di pergunakan saat praktek agar kita merasa nyaman dan tenan saat praktek, dan kalau perlu ditamdah lagi mikroskopnya supaya lebih cepat dan yaman saat praktek mikroskop.





DAFTAR PUSTAKA

Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.
Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.
Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.
Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Prikanan Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates